Sabtu, 17 Mei 2014

Bidadari Hujan (Ode Hati Kasmaran)

Engkau menjulurkan tinggi di puncak-puncak langit
mendorong mentari, mendorong gemintang
menelurkannya pada hasrat yang semilir aja

Guratan nan kian elok
Engkau dan wajah-Mu
bahkan sembilu pun tiada akan terasa
angan lemah binasa jua
debur ragu menghimpun lara
dan melafalkan ayat akan nama-Mu pada birama kesekian

Engkau menutur dan Kau menjawab!
bagai monolog malam yang coba dipahami rama-rama

seluruhnya hanya untuk sebuah angkuh yang coba Engkau hempaskan di atas lantai
berserakan!!
dan menghentikan waktu yang berlomba laju peluru
kisah yang gema pada lorong keabadian; menghempas kian kemari

Ah...Bidadari-ku

sejumput saja hendak ku seka manis-Mu dengan lidahku yang kasar dan kerontang dahaga rindu
atau hendak memipihkannya untuk dapat ku seruput dalam indahnya birahi di alas tidurku
atau setetes jua tiada apa hendak ku reguk bersama bayang-Mu menari di dalam angan-angan yang begitu seronok!!

dan ku sapu semua pedih
pada hampiran nafas
saat Engkau merasuki tubuhku dengan gerusan tajam
dan lolongan menyayat yang ku nyanyikan untuk memapah indah-Mu

Engkau
benar diri-Mu Bidadari-ku...

Ah...Bidadari-ku

usahkah ku gadaikan harga diri
hamba resi yang menggapai aksara asmara
dan tiada akan ku sepah ia andai seluruhnya hanya khianat belaka

pada punca rembulan pucat
ku iringi sajak yang melukis indah cinta!