Kamis, 05 September 2013

Menuai Harap

Pada arak-arakan awan, ku selip sebuah kata menuju seberang impian
mengarung hingga titik ketiadaan nun tak dapat dijamah jemari
berharap lekang dan lapuk tiada akan pernah terjadi

Dan pada parasmu, sungguh
ada janji semat saat senja menguningkan cakrawala
atau kita menunggu semua dalam genggaman hati berbeda
sungguh hidup adalah sisi yang tak dapat dimengerti

dan apakah kau menyesali?
Keputusan ini sungguh bukan kebaikan
jiwa bajik dentum hati merona takdir, mengoyak harap
menuai jemari yang menadah doa duka

Itu adalah sebuah tiupan sangkakala
saat senyum terakhirmu melayang pergi bersama kabut tipis yang secuil demi secuil sirna!

September 5th 2013
23.10

Rabu, 04 September 2013

Angan-angan pada mimpi kosong


Jawablah
dengan kalimat paling sederhana yang bisa kau susun
dengan ungkapan termudah yang bisa kau ucap
seketika

pada harap nan terbakar dian meninggi
pada penat menanti dirimu yang tertuju
pada iba nan terungkap saat pilu tertahan dan tiada termaafkan

Ia hanya angan-angan sepi pada mimpi kosong

sungguh...

Mahkota apa hendak ku pakai jua?
jumawa bagaimana masih menjadi noktah bagi tulusnya kata?

Hanya senyap yang ku genggam saat semilir duka bahkan tak mampu berbunyi

Malam ku nanti saat gemintang menghindar
Siang ku raba saat matari menutup wajah dengan jenuh

Apa harapku lagi?
Ungkapkan apa yang ku dapat kala ku berangan-angan pada mimpi yang kosong?

Sepahat kata dan engkau tiada akan mengingatnya

Cinta!

September, 5 2013
00.11