Kamis, 05 September 2013

Menuai Harap

Pada arak-arakan awan, ku selip sebuah kata menuju seberang impian
mengarung hingga titik ketiadaan nun tak dapat dijamah jemari
berharap lekang dan lapuk tiada akan pernah terjadi

Dan pada parasmu, sungguh
ada janji semat saat senja menguningkan cakrawala
atau kita menunggu semua dalam genggaman hati berbeda
sungguh hidup adalah sisi yang tak dapat dimengerti

dan apakah kau menyesali?
Keputusan ini sungguh bukan kebaikan
jiwa bajik dentum hati merona takdir, mengoyak harap
menuai jemari yang menadah doa duka

Itu adalah sebuah tiupan sangkakala
saat senyum terakhirmu melayang pergi bersama kabut tipis yang secuil demi secuil sirna!

September 5th 2013
23.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar