Selasa, 19 Agustus 2014

Setiap Deru

Bahagialah!
Karena padamu tersemat juntaian kehendak, juntaian kenikmatan
dia berputar terus dan terus..

Melingkar bagai roda yang bergerak untuk kembali
pada mulanya..

Engkau adalah juntaian keinginan yang ku simpan rapi
dalam hangat kerinduan pada puluhan tahun di muka

Engkau adalah juntaian harap yang tak akan lekang dan tiada bertepi
hampir tiada ujung!

Engkau adalah juntaian deru yang kau bawa pada sisi kelemahan
karena tak akan kupikirkan
tak akan hirau

Engkau adalah gemuruh itu sendiri yang tiba tanpa ku pesan dan pergi tanpa berpamitan!

Engkau menjadi berhala, menjadi segala seru dan sesembahan bagiku yang memujamu siang malam

Bahagialah
Karena Engkau lah deru yang memintaku untuk gemakan sahutku dan meneriakkannya hingga abad habis berbilang

Untukmu tiada akhir!

Kalam Kabut

Padamu yg terpaku menatap kabut yang mengasingkan diri mengungkap fajar
Riuh pada hamparan tanda
Namun hanya mampu meniti gamang saat sepasang jemari saling mencari

Kita hendak menurut
Pada letak lonceng hati yang begitu jauh
Atau meraba tuas tempat tangkai sang waktu mula mengait
Atau pada pandangan yang jeli menangkap makna yang tersimpan
Atau merapikan saja letak rasa yang tersibak tiba-tiba

Engkau adalah penunggang mimpi
Menari di antara desiran dingin saat ingin dekap begitu semerbak
Atau kicau pagi burung yang lapar mengais tanah coklat; basah!

Semua tiada akan henti; tiada akan menepi jua

Seperti ranting kerontang yang menolak untuk terjun ke tanah
Atau mawar layu yang enggan gugur

Berbahagialah
Karena kasmaran adalah anugerah maha tinggi
Sedang diri tiada mampu untuk menjajaki

Hingga dalam doa kita bertemu dengan hanya dipersaksikan keabadiaan