Hanya mereka yang berpikiran kerdil yang dengan kejamnya memberikan sekat suatu ilmu dengan ilmu yang lain hanya karena ilmu tersebut dipikirkan dan lahir dari kelompok atau golongan di luar dirinya
(Muhammad R. H. Pitopang)
Hanya mereka yang berpikiran kerdil yang dengan kejamnya memberikan sekat suatu ilmu dengan ilmu yang lain hanya karena ilmu tersebut dipikirkan dan lahir dari kelompok atau golongan di luar dirinya
(Muhammad R. H. Pitopang)
Saat berada pada persimpangan hidup,ada gunanya untuk tidak buru-buru melangkah pada salah satu arah
Duduk-diamlah dahulu sebelum memutuskan,karena hal yang tidak menyenangkan dlm sebuah keputusan hidup adalah menyangkal kita pernah mengambil keputusan tersebut secara sadar..
(Muhammad R. H. Pitopang)
Setiap orang yang datang dan pergi dalam hidupmu akan membentuk secara evolutif kepribadianmu menjadi lebih dewasa
Berpikir dan bertindak inklusiflah,karena akan selalu ada hal baik untuk orang-orang yang memikirkan hal-hal baik
(Muhammad R. H. Pitopang)
Wanita yg mencintaimu akan memahami arti pandanganmu,maksud amarahmu dan selalu mampu menjadi peneduh hatimu
(Muhammad R. H. Pitopang)
Hidup bagai keberadaan setetes embun pada permukaan dedaun; sebelumnya tiada untuk kemudian menguap tanpa sisa apapun di semesta
(Muhammad R.H. Pitopang)
Harap hamba, duhai Penggenggam Semesta
Pembimbing nan meluruskan arah cela
duli hamba duduk menungkan diri
cercah tanya mengganggu selalu
Pada mana hirup hamba mengenang
menghitung bilang tiada tersebut
mengeja kasih tiada terujar
Harap hamba,duhai Penggenggam hari
asmara apakah hendak dibawa pada suci altar Engkau?
dalam kumuh hanya mampu tersedu
dalam riuh hanya ungkap gerutu
dalam lakon hidup nan khilaf dan berdebu
Iri nian hamba pada kesempurnaan
dapatkah ia-nya tergenggam
barang sedetik berlalu
hening igauan melulu?
Harap hamba, duhai Yang nama-Mu menghias seluruh hamba
di ujung mana Engkau menuntun langkahku kelak?
atau hanya jejak yang musykil untuk tergelak!
Saat engkau bertanya apa itu cinta,maka tutuplah seluruh indra aktif dalam dirimu.
Dengan hanya menggunakan otakmu,kenalilah kehadiran sosok yang engkau cintai,bahkan walau ia sebenarnya tiada hadir di dekatmu.
Maaf terbaik adalah maaf yang diberikan berikut sebuah pelajaran kesalahan pada sang pembuat salah.
Bukan untuk menghukum,tapi untuk mengajarkan dirinya agar mengenal kesalahannya
(Muhammad R.H. Pitopang)
Tuntun hatiku
berliku dedaun
Bawa ia-nya mengeja asmara
Lengkapi dengan denting yg ku dengar kala malam mendekap
Gurauan cinta yang mengecup impian hati mengarung pergi
Tuntun hatiku
Gelayutkan asa
Apa hendak ku beri pada jemari menentang rasa?
Sungguh terik cahaya masa yg menebar tawa
tentang dikau nan resah ku tunggu
Dedaun...
Apa hendak kerontang kita menanti?
Di bibir hujan nan menyunggingkan senyum
pada jendela basah yang menerawangkan gelap malam
pada rasa dingin yang menyelimuti detik beringsut
saat rembulan pingsan ditelan rombongan awan yang menyemak
Apatah ada arti hamba buatmu wahai puan yang menghilirkan seluruh pandang?
Embun di kaca, embun di hatiku
dan rembulan sabit yang kutatap beku
di gerimisnya malam
kusam dan nyembul di balik kaca bisku
yang berkabut tertutup
embun padu
Medan-Bukittinggi
050703