Tuntun hatiku
berliku dedaun
Bawa ia-nya mengeja asmara
Lengkapi dengan denting yg ku dengar kala malam mendekap
Gurauan cinta yang mengecup impian hati mengarung pergi
Tuntun hatiku
Gelayutkan asa
Apa hendak ku beri pada jemari menentang rasa?
Sungguh terik cahaya masa yg menebar tawa
tentang dikau nan resah ku tunggu
Dedaun...
Apa hendak kerontang kita menanti?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar