Harap hamba, duhai Penggenggam Semesta
Pembimbing nan meluruskan arah cela
duli hamba duduk menungkan diri
cercah tanya mengganggu selalu
Pada mana hirup hamba mengenang
menghitung bilang tiada tersebut
mengeja kasih tiada terujar
Harap hamba,duhai Penggenggam hari
asmara apakah hendak dibawa pada suci altar Engkau?
dalam kumuh hanya mampu tersedu
dalam riuh hanya ungkap gerutu
dalam lakon hidup nan khilaf dan berdebu
Iri nian hamba pada kesempurnaan
dapatkah ia-nya tergenggam
barang sedetik berlalu
hening igauan melulu?
Harap hamba, duhai Yang nama-Mu menghias seluruh hamba
di ujung mana Engkau menuntun langkahku kelak?
atau hanya jejak yang musykil untuk tergelak!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar